Tags

, , , , , , ,


Memahami Alinea

 Parlindungan Pardede

 Universitas Kristen Indonesia

Alinea merupakan bagian dari tulisan yang terdiri atas beberapa kalimat yang berkaitan satu sama lain hingga menjadi satu kesatuan yang utuh membentuk satu pikiran utama. Kemampuan menulis alineasangat dibutuhkan dalam kegiatan menulis, baik esai, artikel, cerita pendek, dan karya tulis lainnya. Sebuah tulisan yang dibentuk oleh alinea-alinea yang baik akan sangat membantu pembaca memahami ide-ide yang dikomunikasikan penulis. Tulisan ini memaparkan unsur-unsur pembentuk alinea, jenis-jenis kalimat penyusun alinea dan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh sebuah alinea yang bagus.

Unsur-Unsur Alinea

Alinea (paragraph) dapat didefinisikan sebagai sekumpulan kalimat yang secara terpadu membahas sebuah topik.  Alinea umumnya memiliki tiga unsur penting, yaitu topik, ide utama, dan beberapa rincian (detil pendukung). Topik adalah sesuatu yang dibahas oleh alinea. Topik merupakan pemersatu, semua kalimat dan ide yang terkandung dalam alinea.Topik sebuah alinea dapat diidentifikasi dengan mengajukan pertanyaan “Apa yang dibahas alinea ini?” Ide utama adalah gagasan yang ingin diungkapkan oleh penulis tentang topik. Gagasan ini merupakan pokok pikiran, yang sekaligus merupakan informasi terpenting dalam alinea. Pokok pikiran tersebut harus ide yang berpotensi untuk diperinci, diuraikan atau dijelaskan lebih lanjut. Semua informasi atau ide dalam kalimat-kalimat lain dalam alinea tersebut berfungsi sebagai pendukung atau penjelas gagasan utama. Pendukung-pendukung ini bisa fakta, argumentasi, kutipan pendapat ahli, ilustrasi, atau contoh. Untuk memahami unsur-unsur alinea, lihat contoh dibawah ini.

Contoh 1

Terdapat tiga alasan utama mengapa para pemuda di Amerika Serikat (AS) kuliah. Alasan pertama adalah untuk memperoleh penghasilan yang baik di masa depan. Hal ini selaras dengan temuan berbagai penelitian yang menunjukkan lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana memperoleh penghasilan lebih tinggi 75% per tahun dibandingkan dengan hanya lulusan SMA. Selain itu, lulusan S1biasanya akan memperoleh kenaikan penghasilan ril seiring dengan lamanya masakerja, sedangkan penghasilan ril lulusan SMAcenderung tetap atau menurun. Alasan kedua adalah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Wawasan yang lebih luas, kemampuan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, dan kepuasan karena mampu menyelesaikan pendidikan membuat mayoritas pemuda di AS lebih percaya diri. Alasan ketiga adalah untuk memperoleh banyak teman. Bagi warga AS, teman-teman dekat banyak ditemukan sewaktu mereka kuliah. Keberadaan teman-teman dekat tersebut biasanya sangat membantu individu selama dalam proses pendewasaan diri.

Topik alinea ini adalah alasan pemuda di AS kuliah, karena permasalahan inilah yang dibahas (Menjawab pertanyaan, “Apa yang dibahas alinea ini?”). Sedangkan gagasan utamanya adalah “terdapat tiga alasan utama mengapa para pemuda di AS kuliah, karena ide inilah yang diutarakan penulis tentang topik. Untuk membuktikan bahwa gagasannya meyakinkan atau layak dipercaya, penulis menjelaskan dan mendukung ketiga alasan utama tersebut dalam kalimat ke dua hingga terakhir. Alasan pertama (untuk memperoleh penghasilan yang baik di masa depan) didukung dengan mengutarakan hasil penelitian bahwa lulusan sarjana memperoleh tingkat penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lulusan SMA. Selain itu, lulusan sarjana memperoleh kenaikan penghasilan ril berkesinambungan, sedangkan lulusan SMA tidak. Alasan kedua (meningkatkan kepercayaan diri) didukung dengan argumentasi bahwa “wawasan yang lebih luas, kemampuan menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan, dan kepuasan karena mampu menyelesaikan pendidikan membuat individu lebih percaya diri. Alasan ketiga (memperoleh banyak teman) didukung dengan argumentasi bahwa teman-teman dekat banyak ditemukan sewaktu seseorang kuliah, dan keberadaan teman-teman dekat berperan besar dalam proses pendewasaan diri seseorang.

Jenis-Jenis Kalimat dalam Alinea

Dilihat dari jenisnya, kalimat-kalimat pembentuk alinea biasanya terdiri dari satu kalimat topik, beberapa kalimat penjelas (pendukung), satu kalimat penghubung, dan satu kalimat kesimpulan. Yang wajib dimiliki setiap alinea adalah kalimat topik dan kalimat penjelas. Sedangkan kalimat penghubung dan kalimat kesimpulan bisa ada atau tidak ada, sesuai dengan kebutuhan.

Kalimat topik berfungsi untuk menyatakan ide pokok/gagasan utama penulis. Dengan kata lain, kalimat ini mengungkapkan gagasan/pikiran penulis tentang topik. Sebagai gagasan, ide pokok tersebut harus berupa poin (-poin) yang berpotensi untuk diperinci, diuraikan atau dijelaskan lebih lanjut. Oleh karena itu, sebuah kalimat topik tidak bisa hanya berbentuk pernyataan faktual yang sederhana. Sebuah fakta yang sederhana tidak dapat dijelaskan, diuraikan, digambarkan, diperinci, atau dianalisis dengan mudah. Sebagai contoh, topik “bahasa Inggris” yang dibahas dalam alinea di bawah ini akan sulit dikembangkan jika kalimat topiknya hanya sebatas “Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional”. Kalimat seperti ini, meskipun bisa, akan sulit dijelaskan, diuraikan, diperinci, atau dianalisis. Oleh karena itu, poin-poin “karena jumlah penggunanya yang begitu besar dan pemanfaatannya yang masif dalam kehidupan internasional” ditambahkan ke dalam kalimat topik tersebut. Keberadaan poin-poin tersebut membuat kalimat topik dapat dikembangkan dengan mudah dan terarah.

Kalimat penjelas (pendukung) digunakan untuk menjelaskan, menguraikan, menggambarkan, memerinci, atau menganalisiside pokok yang telah dinyatakan dalam kalimat topik. Penulis menggunakannya untuk membuat ide pokonya jelas dan meyakinkan. Kalimat-kalimat pendukung ini biasanya mengandung fakta, argumentasi, kutipan pendapat ahli, ilustrasi, atau contoh yang relevan dengan ide pokok. Untuk memahami penggunaan kalimat topik dan kalimat penjelas dalam alinea, lihat contoh dibawah ini.    

Contoh 2

(1) Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional utama karena jumlah penggunanya yang begitu besar dan pemanfaatannya yang masif dalam kehidupan internasional. (2) Saat ini tidak kurang dari375 juta orang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama. (3) Sedangkan pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa ke dua dan sebagai bahasa asing diperkirakan berjumlah lebih dari 1,1 miliar orang. (4) Dengan demikian, jumlah pengguna bahasa Inggris berjumlah sekitar 1.5 miliar yang orang.  (5) Dalam dunia penerbangan, bahasa Inggris digunakan oleh semua pilot dan petugas pengawasan bandara. (6) Hampir 85 persen program komputer di dunia menggunakan bahasa Inggris. (7) Selain itu, lebih dari 60 persen dari program radio dunia dalam bahasa Inggris.

Dalam alinea di atas, kalimat 1 tersebut menghadirkan topik “bahasa Inggris” dan gagasan utama “dua alasan mengapa Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional utama”. Alasan pertama dijelaskan atau didukung oleh kalimat 2, 3, dan 4. Alasan ke dua, didukung oleh kalimat 5, 6, dan 7. Dengan demikian, alinea ini dibentuk oleh 1 kalimat topik dan 6 kalimat penjelas (pendukung).

Syarat-Syarat Alinea yang Baik

Karena membahas satu topik yang sama, seluruh kalimat dalam sebuah alinea saling terkait secara utuh dan padu. Keutuhan dan kepaduan ini membuat seluruh kalimat tersebut menjadi  suatu kesatuan pikiran. Dengan demikian, tak satupun dari kalimat penyusun sebuah alinea boleh membicarakan hal yang tdak relevan dengan topik. Kondisi ini membuat sebuah alinea yang efektif harus memenuhi empat syarat: kesatuan , kepaduan, ketuntasan, dan keruntunan.

Syarat kesatuan dalam sebuah alinea terbentuk karena seluruh kalimat pembentuknya membahas satu topik (pokok pikiran) yang sama. Jadi, tidak boleh ada satupun kalimat sumbang atau menyimpang dari pikiran utama tersebut. Pokok pikiran ini biasanya dihadirkan dalam kalimat topik, yang letaknya bisa di awal atau di akhir alinea. Jika kalimat topik diletakkan di awal, alinea tersebut merupakan alinea deduktif. Sebaliknya, jika kalimat topik diletakkan di akhir, alinea tersebut merupakan alinea induktif.

Contoh 2 di atas memenuhi persyaratak kesatuan karena seluruh kalimat dalam alinea tersebut membicarakan satu hal (topik) yang sama, yaitu bahasa Inggris”. Alinea itu merupakan alinea deduktif, karena kalimat topiknya diletakkan di awal kalimat (kalimat 1). Dengan demikian, ide yang paling umum disajikan mendahului ide-ide yang khusus sebagai pendukung. Alinea tersebutjuga bisa diubah menjadi alinea induktif dengan cara meletakkan kalimat topik (yang mengandung  ide yang paling umum) pada bagian akhir. Dengan demikian, ide-ide khusus mendahului ide yang paling umum). Hasilnya adalah sebagai berikut.

Contoh 3

(1) Saat ini tidak kurang dari375 juta orang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama. (2) Sedangkan pengguna bahasa Inggris sebagai bahasa ke dua dan sebagai bahasa asing diperkirakan berjumlah lebih dari 1,1 miliar orang. (3) Dengan demikian, jumlah pengguna bahasa Inggris berjumlah sekitar 1.5 miliar yang orang.  (4) Dalam dunia penerbangan, bahasa Inggris digunakan oleh semua pilot dan petugas pengawasan bandara. (5) Hampir 85 persen program komputer di dunia menggunakan bahasa Inggris. (6) Selain itu, lebih dari 60 persen dari program radio dunia dalam bahasa Inggris. (7) Bahasa Inggrismerupakan bahasa internasionalutama karena jumlah penggunanya yang begitu besar dan pemanfaatannya yang masif dalam kehidupan internasional.

Syarat kepaduan (koherensi) mengacu pada  kekompakan hubungan antara gagasan dalam satu kalimat dengan semua gagasan lain dalam kalimat-kalimat lain dalam sebuah alinea. Dengan kata lain, semua gagasan memiliki hubungan timbal balik dan secara bersama-sama membahas gagasan utama. Untuk menciptakan kepaduan tersebut, setiap kalimat perlu dijalin dengan menggunakan pengulangan kata, kata ganti, dan kata penghubung.Lihat contoh berikut.

Contoh 4

Bukusahabat terbaik bagiku. Jika aku kesepian, aku hanya  perlu duduk, membaca sebuah buku dan secara otomatis aku merasa bercengkrama dengan seseorang yangakusukai.Kadang-kadang aku sulit tidur. Di saat-saat seperti ini aku biasanya mengambil sebuah buku, membolak-balik beberapa halaman, dan beberapa saat kemudian aku akan tertidur.Selain itu,ide-ide yang kubaca di buku seringkalisangat membantu dalam percakapan atau diskusi dengan teman-temanku.Informasi yang kuperoleh dari membaca membuatku tak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Yang tak kalah penting adalah manfaat buku untuk menghilangkan kejenuhan ketika menunggu giliran di salon. Dengan membaca buku, waktu menunggu berlalu tanpa terasa. Bahkan, ketika aku duduk sendiri di bis kota, khususnya pada saat lalu lintas macet, buku dengan setia akan menghilangkan kejenuhanku.

Pengulangan kata “buku” dalam berbagai kalimat dan penggunaan kata-kata penghubung (yang digarisbawahi) membuat alinea di atas koheren.

Syarat ketuntasan dalam sebuah alinea berhubungan dengan apakah alinea tersebut telah mencakup data, informasi, argumentasi, atau keterangan yang diperlukan untuk mendukung gagasan utama. Dengan kata lain, apakah alinea itu telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga pembaca tidak lagi bertanya-tanya tentang maksud penulis begitu selesai membaca. Panjang sebuah alinea tidak selalu menjadi tolok ukur ketuntasan. Ada kalanya sebuah alinea yang panjang tidak tuntas. Juga tidak jarang alinea yang cukup pendek tetapi sudah tuntas. Yang penting adalah bahwa setelah membaca alinea itu, pembaca memahami gagasan utama yang dinyatakan dalam kalimat topik. Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 5

Wabah demam berdarah dapat dicegah dengan melakukan lima langkah berikut. Pertama, jangan biarkan semua ruangan lembap. Nyamuk sangat suka hinggap dalam ruangan lembap. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sirkulasi udara di tiap ruangan tersebut hingga udara segar selalu masuk. Kedua, jangan biarkan baju kotor menumpuk. Nyamuk suka hinggap di pakaian yang kotor dan bau. Bila belum sempat mencuci pakaian kotor, simpan  dulu di dalam ember atau kardus yang tertutup rapat. Ketiga, tanami pekarangan dengan bunga lavender atau jeruk. Nyamuk sangat anti pada aroma yang dikeluarkan kedua tanaman ini. Keempat, upayakan agar sinar matahari masuk ke ruangan. Sinar matahari yang panas bisa membuat nyamuk itu kehilangan cairan dan akhirnya mati. Terakhir, lakukan program 3M (menguras, menutup dan mengubur). Jika kita bisa melakukan kelima hal tersebut dengan baik, kita tidak akan terjangkit penyakit demam berdarah.

Keruntutan mengacu pola penyajian informasi sesuai dengan urutan tertentu yang menjamin bahwa informasi tersebut  tidak dipaparkan dengan cara melompat-lompat agar pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis.  Pola-pola urutan yang lazim digunakan adalah urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebab-akibat.

Dapatkah Anda mengidentifikasi pola yang digunakan untuk mengembangkan kedua alinea berikut?

Hari Minggu merupakan hari yang paling saya sukai karena pada hari itulah saya dan keluarga saya bisa melakukan kegiatan yang kami sukai bersama-sama. Setiap Minggu pagi saya bangun jam enam. Bersama kedua anak saya, saya melakukanlari pagi di sekitar rumah. Sekitar jam tujuh, kami pulang dan sarapan bersama-sama. Kemudian, pada pukul sembilan kami pergi ke gereja dan pulang sekitar pukul dua belas. Setelah makan siang, sekitar pukul dua kami berjalan-jalan ke luar kota, mengunjungi kerabat, atau pergi berbelanja. Pulang ke rumah kira-kira pukul delapan, kami makan malam. Setelah itu kami menonton TV dan tidur sekitar jam sepuluh. Sebelum terlelap, saya sering berharap agar hari Minggu berikutnya segera tiba.

Peningkatan pelayanan medis telah membuat  jumlah manula yang hidup meningkat. Saat ini semakin  banyak orang bisa mendapatkan pelayanan medis dari dokter dan perawat dengan berbagai fasilitas modern di rumah sakit. Akibatnya, jumlah penderita penyakit mematikan seperti demam kuning, malaria, kolera, dan tifus semakin sedikit. Penurunan jumlah penderita penyakit fataltersebut menyebabkan penurunan jumlah orang yang meninggal karena penyakit-penyakititu. Karena jumlah kematian menurun, orang dapat hidup lebih lama saat ini. Akibatnya, jumlah manula yang hidup di dunia saat ini terus meningkat.

 

Advertisements