Tags

, , , , , , ,


Alinea Contoh

 

Sebuah alinea contoh digunakan untuk menjelaskan atau mengklarifikasi idea pada kalimat topik dengan menggunakan contoh-contoh yang spesifik. Contoh-contoh tersebut bisa diperoleh dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, hasil pengamatan, diskusi di kelas, imajinasi, hasil penelitian, bahan bacaan (koran, majalah, atau artikel di internet) maupun hasil pembicaraan dengan teman atau kerabat.

Untuk menulis alinea contoh yang efektif, gunakan pedoman berikut:

  1. Awali alinea anada dengan sebuah kalimat topik yang mengungkapkan ide pokok.
  2. Dukung ide pokok tersebut denganm menggunakan beberapa contoh spesifik.
  3. Contoh-contoh dituliskan dengan urutan yang logis—misalnya dari contoh yang kurang penting ke contoh yang paling penting atau dari contuh yang umum ke contoh yang khusus.
  4. Meski tidak wajib, ada baiknya alinea diakhiri dengan sebuah kalimat kesimpulan yang merangkum ide pokok alinea tersebut.
  5. Gunakan kata atau frasa transisi yang sesuai untuk memperlihatkan hubungan antara contoh yang satu dengan yang lain dan memperlihatkan bahwa semua contoh tersebut mendukung kalimat topik.

Secara umum, alinea contoh ditulis dengan menggunakan struktur berikut:
Kalimat topik __________________________________________________
Contoh pertama ________________________________________________
______________________________________________________________
Contoh kedua _________________________________________________
______________________________________________________________
Contoh ketiga _________________________________________________
______________________________________________________________
Kalimat kesimpulan______________________________________________
_____________________________________________________________

Lihat ke dua contoh berikut.

Cindera Mata dari Kulit Buaya Khas Merauke

Selain sebagai kota wisata yang terletak di ujung Timur Indonesia, Merauke terkenal sebagai penghasil cindera mata berbahan kulit buaya yang diolah oleh tangan-tangan trampil masyarakat setempat dan dijual dengan harga bervariasi. Salah satu bentuk cindera mata itu adalah dompet perempuan yang dijual dengan harga 400.000 hingga 600.000 rupiah (tergantung banyaknya kulit buaya dan kerapihan pembuatannya). Bentuk cindera mata lainnya adalah Ikat pinggang. Ikat pinggang yang menggunakan sambungan di Jual dengan harga antara Rp. 200.000 hingga 250.000. Sedangkan ikat pinggang yang tidak menggunakan sambungan dijual sekitar Rp. 800.000. Bentuk cindera mata ketiga adalah tas, yang dijual dengan harga antara Rp 1,2 juta hingga 9 juta (tergantung model dan ukurannya). Wisatawan yang berkunjung ke Merauke tidak hanya memperoleh pengalaman tak terlupakan tetapi juga dapat membeli berbagai bentuk cindera mata berbahan kulit buaya dengan harga yang dapat disesuaikan dengan daya beli masing-masing.

 

Pemerintah Baru, Nama Baru

Biasanya, perubahan nama sebuah negara disebabkan oleh alasan politis. Kadang-kadang sebuah pemerintahan baru mengganti nama negaranya untuk menegaskan bahwa dia tidak memiliki hubungan dengan pemerintahan sebelumnya. Sebagai contoh, ketika militer mengambil alih pemerintahan di Burma pada tahun 1989 nama Negara itu diubah menjadi Myanmar. Contoh kedua, Kamboja juga telah mengalami beberapa kali penggantian nama. Setelah kudeta tahun 1970, namanya diganti menjadi Republik Khamer. Lalu, ketika Partai Komunis berkuasa pada tahun 1975, namanya diganti menjadi Kampuchea. Contoh lain adalah penggantian nama Pantai Gading menjadi Gana setelah Negara itu memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957. Lalu, setelah Sudan memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1960, untuk memutuskan hubungan dengan masa penjajahan sebelumnya, nama Negara itu diganti menjadi Mali. Contoh terakhir adalah penggantian nama Rhodesia menjadi Zimbabwe setelah Negara itu merdeka dari penjajahan Inggris. Perubahan perubahan nama negara itu mungkin saja membingungkan, namun hal itu memperlihatkan perubahan iklim politik di negara yang bersangkutan.

(Diadaptasi dari Laurie G. Kirszner, L.G., & Mandell, S.R. (2009). Writing first: practice in context. New York: Bedford. h. 51)

Dalam dua alinea di atas, kalimat yang dicetak tebal merupakan kalimat topik. Kalimat bergaris bawah berfungsi sebagai kalimat kesimpulan. Sedangkan kalimat-kalimat lain yang terdapat di antara kalimat topik dan kalimat kesimpulan merupakan kalimat pendukung yang secara logis menyajikan contoh-contoh untuk menjelaskan ide pokok pada kalimat topik.

Untuk memperlihatkan hubungan antara contoh yang satu dengan yang lain, penulis menggunakan kata atau frasa transisi seperti “contoh kedua”, “lalu”, “contoh lain adalah”, dan “contoh terakhir adalah”

Latihan:

Pada bagian “Reply” di bawah ini, tulis sebuah alinea contoh dengan topik yang dapat Saudara tentukan sendiri dengan panjang antara 100 hingga 150 kata.

 

 

Advertisements