Tags

, , , , ,


Siapkah kita Berkiprah di MEA?

Parlindungan Pardede

parlpard2010@gmail.com

Universitas Kristen Indonesia

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan komunitas integrasi ekonomi sepuluh negara anggota ASEAN yang secara efektif diberlakukan mulai 31 Des. 2015. dengan demikian, seluruh kawasan ASEAN akan menjadi sebuah pasar tunggal, yang memungkinkan warga dari satu negara menjual barang, jasa dan tenaga kerja profesional dengan mudah ke semua wilayah ASEAN. Pasar tunggal yang, dengan penduduk lebih dari 600 juta jiwa, akan menjadi pasar terbesar ketiga di dunia (setelah China dan India) ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing ASEAN hingga mampu menyaingi Cina dan India dalam hal pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Mulai 1 Januari 2016, terdapat 12 sektor barang, jasa, dan tenaga kerja yang langsung bebas bergerak di ASEAN, yakni: perawatan kesehatan (health care), turisme (tourism), jasa logistik (logistic services), E-ASEAN, jasa angkutan udara (air travel transport), produk berbasis agro (agrobased products), barang-barang elektronik (electronics), perikanan (fisheries), produk berbasis karet (rubber based products), tekstil dan pakaian (textiles and apparels), otomotif (automotive), dan produk berbasis kayu (wood based products). Dilihat dari sektor-sektor tersebut, kelihatannya pemberlakuan MEA merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia. Pertanyaannya adalah: Apakah Indonesia sudah memiliki competitive advantages?

Dengan jumlah penduduk sekitar 40% di ASEAN, luas wilayah lebih dari 42% dan sumber daya alam yang begitu kaya, Indonesia sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Namun, sejarah membuktikan bahwa unsur yang paling menentukan keunggulan sebuah bangsa adalah kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Unggul dalam hal kuantitas saja tidak cukup. Yang penting adalah kualitas. Siapkah Indonesia di sisi ini?

Untuk melanjutkan, silahkan baca ppt yang saya sajikan dalam Dialog Terbuka Sivitas Akademika FKIP-UKI, 21 Mei 2015 di sini.

Siapkah kita Berkiprah di MEA–Dialog Civitas Akademika FKIP 21 Mei

Advertisements